Gunung Bromo

Umum

Gunung Bromo, Bromo berasal dari kata Brahma yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya adalah salah seorang Dewa Utama Hindu, sedangkan gunung bromo merupakan salah satu tempat wisata yang menarik di Jawa Timur, selain itu status gunung berapi ini masih aktif hingga sekarang.

Taman Nasional Bromo-Semeru adalah satu-satunya tempat wisata sekaligus kawasan konservasi yang memiliki keunikan dengan adanya laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.

Obyek wisata yang paling terkenal di Jawa Timur ini akan memberikan anda sebuah keindahan alam yang tidak bisa anda jumpai di tempat lain dimana anda akan menikmati hamparan lautan pasir yang sangat luas.

Selain itu anda juga bisa menyaksikan indahnya pemandangan matahari terbit ataupun menyaksikan kemegahan dari puncak gunung semeru yang menjulang tinggi di atas awan.

Masyarakat asli gunung bromo adalah Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Menurut sebuah legenda, suku Tengger berasal dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Masyarakat suku Tengger meyakini bahwa gunung bromo adalah gunung yang suci.

Anda tidak perlu khawatir dengan masyarakat suku Tengger karena mereka dikenal ramah baik kepada turis lokal maupun turis asing yang mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru baik pada saat Upacara Kasodo maupun hanya sekedar berjalan-jalan.

Anda juga bisa menyaksikan upacara yang hanya dilakukan tiap satu tahun sekali, yaitu upacara Kesodo. Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Tengger di sebuah pura yang terletak di di bawah kaki sebelah utara Gunung Bromo lalu dilanjutkan ke puncak dari Gunung Bromo, namun upacara ini tidak dilakukan setiap hari.

Masyarakat Tengger melakukan upacara ini untuk memohon pada Yang Maha Kuasa untuk meminta kesembuhan berbagai macam penyakit, untuk menolak bala dan untuk memohon agar mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Masyarakat Tengger melakukan upacara dengan cara melemparkan sesaji ke kawah gunung bromo lalu masyarakat Tengger akan menuruni tebing kawah untuk berebut sesaji.

 

Lokasi-lokasi yang menarik di gunung bromo :

  • Cemoro Lawang

Salah satu jalur untuk menuju ke Taman Nasional Gunung Bromo adalah Cemoro Lawang atau Cemara Lawang. Selain itu anda juga bisa menuju Gunung Semeru dan Gunung Tengger melalui tempat ini.

Anda bisa memilih untuk menuju Cemoro Lawang dengan menggunakan kendaraan umum seperti colt bak terbuka dan minibus atau bisa juga dengan menggunakan mobil pribadi dan motor.

Setelah tiba di Desa Cemoro Lawang anda bisa memarkir kendaraan kemudian menyewa sebuah kamar pada penginapan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri pada keesokan harinya untuk menuju ke Gunung Bromo dan Puncak Gunung Pananjakan.

Banyak kelas penginapan yang bisa anda pilih, mulai dari penginapan biasa sampai penginapan eksklusif. Tentunya dengan banyaknya kelas penginapan anda tidak akan mengalami kesulitan untuk menemukan penginapan yang sesuai dengan keinginan anda.

Setelah anda melengkapi biaya admistrasi penyewaan kamar dan memindahkan barang bawaan ke kamar, untuk mengusir rasa bosan dan mengisi waktu luang anda bisa mencoba untuk berjalan-jalan di seputar kawasan Cemoro Lawang.

Udara siang hari di Cemoro Lawang cukup dingin sehingga mungkin anda harus mengenakan jaket untuk menjaga kehangatan tubuh anda. Di sini cukup banyak kabut tebal yang muncul sehingga sering membuat pemandangan menjadi terbatas. Anda akan merasa nyaman di tempat ini karena aktivitas Cemoro Lawang di siang hari cukup lenggang.

Titik terdekat ke Bromo adalah pintu masuk yang berada di Desa Cemara Lawang yang berada di ketinggian 2.200 meter dpl. Di Cemoro Lawang ini anda bisa menemui hotel, persewaan jaket, toko-toko souvenir serta persewaan kuda dan mobil jeep.

Saat anda berjalan menuju ke Gerbang Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru anda akan sering berpapasan dengan masyarakat sekitar yang berkalung sarung dan mengenakan jaket. Anda yang berjalan-jalan di sekitar sini bisa menyempatkan diri untuk berfoto.

Sebagian besar penduduk Desa Cemoro Lawang beragama Hindu, sehingga anda yang sedang berkeliling di tempat ini akan sering melihat bangunan pura. Penduduk lokal biasanya membangun pura kecil di samping rumah. Berhati-hatilah dalam melangkah karena banyak sesaji yang diletakkan di depan rumah.

Di sekitar penginapan anda akan sering melihat penyedia jasa sewa kuda yang menawarkan transportasi untuk berkeliling di area Cemoro Lawang atau menuju ke tangga naik kawah Gunung Bromo. Transportasi kuda ini dinilai sangat menarik bagi wisatawan, khususnya bagi wisatawan asing.

Walaupun Gunung Bromo terletak di jawa namun bahasa masyarakat sekitar agak berbeda dengan bahasa Jawa pada umumnya. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat sekitar biasanya adalah bahasa Jawa kasar dengan logat seperti orang madura dan bahasa Indonesia.

Di tempat ini anda bisa menemukan berbagai macam pilihan kuliner, namun hidangan yang menjadi primadona di tempat ini adalah nasi pecel.

Anda bisa melihat pemandangan indah Gunung Bromo dan Gunung Batok yang diselimuti kabut serta hamparan lautan pasir yang begitu luas dari ujung Cemoro Lawang.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Gunung Bromo, wisatawan tidak diperbolehkan untuk menempuh perjalanan dengan kendaraan pribadi bila berencana menuju ke Kawah Gunung Bromo melalui jalur Cemoro Lawang.

Walaupun begitu anda masih bisa menggunakan alat transportasi lain dengan menggunakan jasa ojek sepeda motor atau dengan menyewa kuda atau mobil jeep.

Jika anda menyukai tantangan anda bisa menuju ke Gunung Bromo dengan berjalan kaki melewati padang pasir. Bila anda menuju ke Puncak Pananjakan jangan khawatir, karena ada jalur khusus pejalan kaki yang bisa ditempuh selama 4 jam.

 

  • Air Terjun Madakaripura

Patih Gajah Mada konon pernah bersemedi di tempat wisata di Probolinggo, yaitu Air Terjun Madakaripura. Air terjun yang berada di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Probolinggo.

Madakaripura bisa diartikan sebagai tempat tinggal terakhir. Namun untuk tempat wisata ini terutama yang mempunyai hobi fotografi tentunya akan menikmati keindahannya yang seolah tiada pernah berakhir. Setiap bagian dan sudut dari tempat wisata ini memiliki daya tarik dan pesona yang berbeda-beda.

Tempat wisata ini seolah tenggelam karena minimnya kesediaan angkutan umum menuju Air Terjun Madakaripura, disamping mempunyai medan yang terbilang cukup berat.

Selain menggunakan mobil pribadi anda juga bisa menggunakan angkutan bis mini jurusan lumbang dari terminal bis Bayuangga – Probolinggo. Tarif bis terbilang standar yaitu Rp 5.000,-. Selain itu anda juga bisa menggunakan angkutan kota yang mangkal di pertigaan Tongas menuju ke Lumbang .

Setelah itu tiba di lumbang anda bisa melanjutkan anda dengan menggunakan jasa ojek sepeda motor di sekitar Pasar Lumbang. Tarif standar untuk menggunakan jasa ojek ini adalah Rp 10.000, namun tentunya anda harus bernegosiasi dulu dengan tukang ojek.

Anda jangan terkecoh dengan Papan Penunjuk Arah di Pasar Lumbang yang menunjukkan bahwa Jarak dari Pasar Lumbang menuju ke Air terjun Madakaripura  adalah 5 km, padahal jarak sebenarnya adalah sekitar 9 km.

Bila anda naik kendaraan pribadi khususnya mobil maka berhati-hatilah dengan daerah perbukitan karena sepanjang perjalanan banyak jurang dan lembah yang cukup dalam. Apalagi bila harus menyimpang dari arah berlawanan. Selain itu semakin anda masuk ke dalam maka akses jalan semakin sempit.

Selama perjalanan anda akan menemui pemandangan perbukitan dengan pepohonan yang hijau yang didominasi oleh pohon randu. Tempat ini merupakan pusat penghasil madu ’”Klanceng” (madu yang berasal dari pohon randu) sehingga jangan heran apabila anda sering melihat kotak kayu yang berisi banyak lebah.

Madu “Klanceng” mempunyai banyak pilihan, yaitu warna coklat tua, coklat muda, kuning, dan hitam. Madu “Klanceng” dijual seharga Rp 80.000,- per botol (ukuran standar botol sirup)

Setelah tiba di gerbang masuk lokasi Air Terjun Madakaripura  anda akan melihat Patung  sosok Patih Gajah Mada yang sedang menghunus Keris. Harga tiket masuk ke lokasi air terjun Madakaripura adalah Rp 2.500 per orang.

Harga tiket masuk ini tergolong murah, namun untuk ongkos parkir terbilang cukup mahal yaitu Rp3.000 per motor. Selain tanpa karcis, tempat parkir juga apa adanya yaitu di tempat terbuka dan di bawah pohon. Untuk parkir mobil tentunya ongkosnya lebih besar daripada ongkos parkir motor.

Setelah memarkir kendaraan, anda akan didatangi oleh beberapa pemuda yang menawarkan diri sebagai guide (pemandu jalan) menuju ke air terjun Madakaripura. Biasanya mereka mangkal di dekat patung sosok Patih Gajah Mada dalam posisi semedi atau tempat parkir.

Para pemandu itu  biasanya akan pasang muka manis sambil mengatakan bahwa tarif jasa mereka adalah seikhlasnya dari anda. Namun sebaiknya anda menanyakan dengan pasti berapa tarifnya dan bernegosiasilah dengan mereka.

Hal ini karena biasanya mereka akan mematok harga yang tinggi setelah pengguna jasa dipandu oleh mereka.  Mereka bisa mematok harga hingga Rp 100.000 dengan alasan bahwa mereka memiliki banyak saingan dan tidak setiap hari ada wisatawan yang menggunakan jasa mereka.

Di kawasan wisata ini anda akan melihat banyak Batu Besar yang berserakan di aliran sungai yang menuju ke lokasi air terjun Madakaripura.

Di daerah ini anda tidak bisa melihat air terjun Madakaripura dan hanya bisa menikmati pemandangan di sekitar lokasi air terjun  saja. Hal ini karena daerah ini rawan longsor dan banjir sehingga pengunjung dilarang turun dan mendekat ke air terjun pada musim hujan.

Pengunjung cukup dimudahkan dan merasa terbantu dengan akses jalan yang sudah disemen. Meski begitu pengunjung akan merasa kecapekan karena cukup banyak tanjakan di jalan ini.

Anda juga bisa menggunakan jalur alternatif lain yaitu dengan menyeberangi sungai dengan berpijak di bebatuan. Namun berhati-hatilah ketika anda melewati jalur bebatuan di tebing dengan posisi yang miring.

Banyaknya lumut mengakibatkan bebatuan di tebing ini  menjadi licin sehingga anda harus lebih berhati-hati agar tidak terpeleset jatuh. Agar tidak mudah terpeleset anda bisa berpegangan pada celah-celah batu tebing.

Kemudian anda akan melewati dan tepat dibawah air terjun yang mempunyai aliran yang terbilang deras. Karena tempatnya yang sangat basah maka sebaiknya matikan dan amankan terlebih dahulu kamera digital handphone anda lalu dibungkus dengan kantung plastik.

Setelah kurang lebih setengah jam melewati tantangan yang sangat berbahaya dan melelahkan tersebut akhirnya anda tiba di “pintu gerbang” yang diapit dengan dua tebing.

Di tempat ini anda bisa menikmati keindahan dari air terjun utama Madakaripura setinggi 200 m yang berada di ketinggian 620 m di atas permukaan laut.

Di bawahnya terdapat sungai yang airnya berasal dari aliran air terjun Madakaripura. Sungai ini mencapai kedalaman 7 meter dengan air yang berwarna kehijauan. Sebaiknya jangan berada di dekat area ini bila anda tidak memiliki kemampuan berenang yang baik.

Anda bisa menikmati suasana magis dan keheningan dari air terjun ini. Dengan banyaknya tebing batu di sekitar dan sedikit sinar matahari yang masuk akan membuat anda seperti berada di dunia yang lain.

Apalagi bila anda menyempatkan diri untuk mampir ke gua di balik air terjun. Gua ini terletak sekitar ¼ pada bagian atas dari air terjun dimana konon katanya Patih Gajah Mada  pernah melakukan semedi di tempat ini.

Hingga saat ini umat Hindu sebagai  Air Suci (Tirta Sewana) masih menganggap Air terjun Madakaripura suci dan keramat sehingga masyarakat suku Tengger daerah Bromo menggunakan air dari air terjun Madakaripura pada dua hari sebelum rangkaian upacara Yadnya Kasada sebagai air suci  dalam prosesi “Mendhak Tirta”.

Dalam prosesi “Mendhak Tirta” itu  dilakukan prosesi sembahyang yang dilakukan lengkap beserta atribut sesajinya berupa daging ayam, janur, kembang, buah, dan dupa.

Begitu anda kembali ke tempat parkir jangan merasa terkejut apabila ada beberapa pemuda yang mendatangi anda lalu mengatakan bahwa kendaraan anda telah dicuci oleh mereka walaupun anda tidak pernah meminta siapapun untuk mencuci kendaraan anda.

Pada umumnya mereka meminta tarif Rp 5.000 untuk setiap motor yang mereka cuci, namun untuk tarif cuci mobil jelasnya harganya lebih tinggi dari itu.

Salah satu kekurangan dari tempat wisata ini adalah tidak terawatnya sarana dan prasarana tempat wisata, seperti toilet yang kotor dengan tarif Rp 1.000 dan pintu gerbang masuk yang rusak.

Ada juga yang mengeluhkan tentang tidak terpeliharanya sarana dan prasarana di lokasi seperti tampak pada gerbang masuk lokasi yang  rusak dan berlubang atau tentang toiletnya  yang kotor dan tanpa atap dengan tarif Rp 1.000 untuk sekali pemakaian.

 

  • Songa Rafting

Sejak tahun 2000 Songa Rafting telah menjadi salah satu tempat wisata yang sangat menarik di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo. Wisata arung jeram ini harus melewati sungai pekalen atas dan bawah.

Songa Rafting mempunyai dua basecamp, yaitu basecamp pekalen bawah yang terletak di desa Condong dan basecamp pekalen atas yang terletak di di desa Ranugedang. Desa ini dinamakan Ranu Gedang, karena banyak pohon pisang di desa ini (gedang = pisang).

Berarung jeram di sungai pekalen atas terbilang lebih sulit daripada berarung jeram di sungai pekalen bawah. Sungai pekalen atas dan bawah bersumber dari air gunung Lamongan dan Gunung Argopuro dengan kedalaman air sekitar 1 hingga 3 meter dan lebar sungai sekitar 5 hingga 20 meter.

Jarak pengarungan Songa Rafting dari garis start hingga finish adalah 9 km untuk jalur sungai pekalen bawah yang memakan waktu sekitar 2,5 jam dan 12 kilometer untuk jalur sungai pekalen atas yang memakan waktu sekitar 3,5 jam dimana masing-masing memiliki jumlah jeram sebanyak sekitar 50 buah.

Jumlah jeram sekitar 50 buah seperti Welcome, Pandawa, Batu Jenggot, KPLA, Rajawali, Xtravaganza, Tripple Ace, The Fly Matador, Cucak Rowo, Hiu, Long Rapid, Good Bye. Selain itu ada Jeram Inul dimana setiap peserta harus “bergoyang seperti Inul” untuk melewati jeram itu,. Arung jeram memiliki tingkat kesulitan yang berbeda yaitu dari grade II hingga III+.

Anda tidak akan menemui kesulitan untuk menemukan lokasi  karena basecamp Songa Rafting karena anda bisa melihat lokasi tersebut melalui pointer (papan petunjuk) yang berada di sisi kiri atau kanan jalan.

Untuk sampai ke lokasi basecamp Songa Rafting anda harus menempuh jarak sekitar 15 km dari jalan raya yang kira-kira membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Setelah itu anda akan diangkut dengan menggunakan mobil pick up untuk menuju ke start point arung jeram.

Para pengunjung harus berarung jeram terlebih dahulu untuk melewati jalan akses yang kurang bagus dan banyak lubang.

Anda akan merasakan sensasi yang sangat menyenangkan ketika berarung jeram bersama Songa Rafting. Rasa capek setelah melakukan perjalanan jauh akan hilang setelah anda merasakan serunya ber-arung jeram di sini.

Selain itu rasa penat anda juga akan hilang setelah melihat keindahan panorama alam dengan suasana yang sangat tenang.

Setelah tiba di basecamp anda akan disuguhi pisang rebus dan minuman poka serta dipersilahkan untuk beristirahat sejenak. Poka adalah minuman yang terbuat dari teh yang dicampur dengan kayu manis, keningar dan jahe. Selain itu anda juga dipersilahkan untuk berganti pakaian karena nantinya anda pasti terciprat air sungai.

Kemudian anda akan diberi jaket pelampung dan helm untuk sebagai alat pelindung untuk arung jeram, selain itu anda juga akan dipandu oleh seorang pemandu yang telah berpengalaman dalam arung jeram.

Untuk perahu karet yang digunakan dalam arung jeram nantinya adalah jenis inflatable raft yang berisi udara untuk meredam benturan antara bebatuan jeram dan badan perahu sehingga anda bisa melewati rute arung jeram dengan lebih aman.

Sebelum melakukan arung jeram anda akan diberi penjelasan yang singkat mengenai istilah kata dan cara berarung jeram. Misalnya :

  1. Maju = mendayung maju
  2. Mundur = mendayung mundur
  3.  Stop = berhenti mendayung
  4. Kiri mundur = pendayung sebelah kiri mendayung mundur sedangkan pendayung sebelah kanan tetap mendayung maju
  5. Kanan mundur = pendayung sebelah kanan mendayung mundur sedangkan pendayung sebelah kiri tetap mendayung maju
  6. Pindah kiri (bisa kanan atau belakang) = yaitu anda harus pindah ke arah kiri atau arah lain yang diperintahkan
  7. Boom = yaitu anda harus mengangkat dayung menghadap ke atas sambil duduk di lantai perahu. Perintah ini biasanya dikeluarkan ketika melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit.

 

Peserta yang akan mengikuti arung jeram akan diangkut dengan menggunakan mobil pickup terbuka yang dapat menampung maksimal sebanyak 12 orang. Selama perjalanan sebaiknya anda berpegangan erat pada pinggiran mobil karena cukup banyak jalan tanjakan sepanjang perjalanan.

Kondisi fisik anda harus benar-benar fit karena setelah turun dari mobil anda masih akan menyusuri jalan setapak yang lumayan jauh dan curam.

Start point dari arung jeram ini adalah Dusun Angin-angin, Desa Ranu Gedang. Sedangkan finish point berada di Dusun Gembleng, Desa Pesawahan.

Setelah tiba di tengah perjalanan anda akan dijamu dengan STMJ, minuman Poka, dan pisang goreng di Rest Area Kedung Adem-adem.

Dijamin selama perjalanan anda akan merasa takjub dengan pemandangan alamnya. Misalnya Air Terjun Angin-angin yang termasuk salah satu dari 7 air terjun di sini dan goa-goa kelelawar. Apalagi air pada air terjun masih segar dan jernih.

Jangan merasa heran jika anda diberhentikan oleh guide ketika tepat berada di bawah air terjun yang deras. Di bawah aliran air terjun ini anda akan bisa merasakan guyuran air terjun dan merasakan kesegarannya.

Kemungkinan besar anda juga akan mendengar suara kelelawar atau melihat kelelawar yang beterbangan dari goa kelelawar. Anda juga mungkin akan melihat beberapa satwa langka seperti burung kepodang, burung elang, linsang, monyet, biawak, tupai dan sebagainya.

Jika anda suka terjun bebas untuk melepaskan ketegangan jangan khawatir, di sini ada area untuk melakukan terjun bebas dengan ketinggian kurang lebih 5 meter.

Setelah berarung jeram anda akan menyusuri jalan setapak dan naik ke mobil pickup untuk kembali ke basecamp. Setelah tiba di basecamp anda bisa mandi atau berganti pakaian.

Setelah anda sudah membersihkan diri dan berganti pakaian, ada sesuatu yang menunggu anda yaitu sajian yang menggoda selera. Setelah menghabiskan energi dengan berarung jeram anda bisa memanjakan isi perut dengan urap-urap, lodeh, ikan penyet, tahu dan tempe.

 

Harga Paket Arung Jeram, Songa Rafting “berlaku Februari 2012”

1. Rafting Songa Bawah

Paket Songa Bawah : Rp 209.000 (minimal 5 orang)

Harga Spesial : Minimal 20 orang (hubungi customer service terlebih dahulu)

Fasilitas:

  • Welcome drink
  • Dayung, helm, perahu karet, dan pelampung (peralatan standar)
  • Air mineral untuk bekal arung jeram
  • shuttle service (transportasi lokal)
  • pemandu (guide)
  • Rescue team
  • Kelapa muda dan snack
  • Makan siang
  • Asuransi
  • Rafting trip 10 km

—————————————-

2. Rafting Songa Atas

Paket Songa Atas : Rp 239.000 (minimal 5 orang)

Harga Spesial : minimal 20 orang (hubungi customer serviceterlebih dahulu)

Fasilitas:

  • Welcome drink
  • Dayung, helm, perahu karet, dan pelampung (peralatan standar)
  • Air mineral untuk bekal arung jeram
  • shuttle service (transportasi lokal)
  • pemandu (guide)
  • Rescue team
  • Kelapa muda dan snack
  • Makan siang
  • Asuransi
  • Rafting trip 12 km

3. Penginapan Saung Condong, Songa

Tarif : Rp 50.000,-/orang (minimal 5 orang)

Fasilitas : Penginapan berbentuk gazebo +  makan pagi + kamar mandi di luar.

————————————————

Sungai Pekalen Bawah bisa dibilang sebagai sungai yang bersejarah karena ada 2 legenda yang berkembang dari tempat ini.

Kisah pertama adalah Mahapatih Gajah Mada dan Sang Prabu Hayam Wuruk yang berkunjung ke air terjun Madakaripura dan beberapa wilayah Probolinggo misalnya Bremi, Tongas, Jabung, Binor, Gending, Pajarakan, Sagara (Segaran di Tiris), Ketompen (di daerah Pajarakan), Borang, dan sebagainya.

Salah satu tempat favorit dari sang Mahapatih Gajah Mada adalah sungai Pekalen yang sering dijadikan tempat mandi, lokasi tepatnya di tempat start point Songa.

Sedangkan kisah kedua adalah Sang Ratu Dewi Rengganis yang pernah mampir dan sebelum melarikan diri ke Gunung Argopuro Sang Ratu Dewi Rengganis sempat membangun istana di pinggiran sungai.

Sedangkan jeram-jeram sungai Pekalen Bawah sarat dengan makna dimana jeram-jeram ini  bercerita tentang perjalanan hidup seseorang mulai anak-anak, dewasa, hingga tua.

Masa anak-anak diwakili dari jeram selamat datang, pilar (pilihan agak rumit). Masa dewasa diwakili dengan jeram S1, S2, dan Jeram Celah (Lorong), Sedangkan masa tua diwakili dengan jeram bulu ayam (Marlboro), dan Bidadari.

 

Kawah dan Lautan Pasir Bromo

Anda bisa kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo selesai menyaksikan matahari terbit. Selama perjalanan anda akan melihat pemandangan sekitar dengan jelas, yaitu lautan pasir yang gersang dan hanya ada sedikit rumput di lautan pasir.

Kemungkinan nantinya anda akan mengalami kesulitan bernafas yang disebabkan oleh tiupan angin yang kencang ditambah pasir yang beterbangan.

Anda tidak dapat menggunakan kendaraan untuk menuju kaki Gunung Bromo dan sebaiknya anda menyewa kuda seharga Rp 70.000 sebagai kendaraan.

Namun jika fisik masih kuat maka anda bisa berjalan kaki. Namun berhati-hatilah dengan debu pasir yang beterbangan dan sinar matahari yang menyengat.

Setelah itu anda bisa melihat kawah Gunung Bromo dengan menaiki anak tangga terlebih dahulu yang berjumlah 250 anak tangga.

Kemudian anda bisa melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap setelah anda tiba di puncak gunung Bromo yang berada di atas ketinggian 2.392 m dpl.

Di tempat ini anda bisa melihat pemandangan yang sangat menakjubkan dengan memandang ke arah bawah, yaitu pura yang berada di tengah lautan pasir.

 

Pananjakan

Di Pananjakan anda bisa melihat matahari terbit (sunrise) dengan jelas karena pananjakan merupakan puncak gunung yang paling tinggi di kawasan ini.

Perjalanan dari bromo meuju pananjakan cukup sulit karena tikungan tajam, jalan yang sempit dan curam sehingga tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan pribadi jika anda ingin menuju ke sini.

Anda bisa memilih untuk meneruskan perjalanan anda dengan menyewa kuda dengan tarif Rp 50.000. setelah deal pemilik kuda akan menemani perjalanan anda.

Anda juga bisa memilih untuk menggunakan jasa layanan mobil jeep yang bisa anda sewa dengan harga sekitar Rp 275.000 termasuk ongkos buat sopir.

Setelah tiba di puncak anda akan banyak menemui toko yang menjual berbagai minuman hangat seperti teh atau kopi ataupun toko yang menyewakan jaket. Anda bisa menghangatkan tubuh anda di sini dengan mendekatkan diri ke api unggun dan sambil menanti matahari terbit.

Di sini anda tidak akan sendirian karena selain anda juga banyak orang lain yang ingin menyaksikan matahari terbit dari sini. Bahkan tidak seikit yang rela menunggu sejak subuh agar tidak kehilangan momen yang sangat indah.

Dari atas gunung pananjakan anda bisa melihat padang pasir yang mengagumkan, tepatnya berada di sebelah utara. Dari puncak Gunung Pananjakan anda juga bisa melihat deretan puncak gunung Batok,

Anda bisa melihat perubahan warna langit dari hitam berubah menjadi kuning lalu bercampur putih dan biru. Lautan awan terlihat sangat luas sekali di angkasa.

Saat matahari bersinar, anda bisa melihat keindahan alam pegunungan dengan deretan pohon cemara serta tanaman bawang di belakang pemukiman penduduk desa Ngadisari.

 

Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Puncak Gunung Semeru

Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).

 

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo yang memiliki luas sekitar 8 Hektar berada di antara Ranu Pani dan Gn. Semeru yang terletak di ketinggian 2390 m.

Proses terbentuknya Ranu Kumbolo adalah karena massive kawah Gunung Jambangan yang telah memadat sehingga air yang tertampung secara otomatis tidak mengalir ke bawah secara gravitasi. Hingga saat ini Ranu Kumbolo menjadi salah satu potensi obyek wisata yang menarik di kawasan gunung Bromo.

Yang membuat tempat ini menjadi menarik adalah karena mempunyai lapangan yang relatif tinggi dari permukaan laut. Selain itu di tempat ini juga terdapat danau yang bisa menarik banyak wisatawan karena memiliki air yang jernih dan pemandangan yang indah.

Ranu Kumbolo biasanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan setelah melakukan perjalanan jauh. Di tempat ini terdapat prasasti purbakala yang diduga adalah peninggalan jaman Majapahit, namun belum ada perkembangan berita atau kepastiannya hingga saat ini.

Anda bisa  menyaksikan kehidupan satwa migran burung belibis di perairan danau ini. Ranu Kumbolo mempunyai banyak satwa yang hidup dengan bebas sehingga tempat ini sangat cocok bagi pada peneliti satwa atau seseorang yang melakukan kegiatan observasi lapangan.

Anda bisa berkemah di lapangan datar yang berada di samping danau Ranu Kumbolo. Kebutuhan air minum anda bisa terpenuhi dari air danau, sedangkan fasilitas lain di tempat ini adalah Pondok Pendaki dan MCK.

 

Ranu Darungan

Danau Ranu Darungan berada di ketinggian 750 m dpl dan mempunyai luas sekitar 0,5 Hektar. Anda hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai Ranu Darungan karena tidak ada angkutan umum di sini.

Proses terbentuknya Ranu Darungan adalah karena aliran lahar dingin yang akhirnya tertampung sekian lama di kawasan ini sehingga membentuk aliran air.

Anda akan sangat merasa nyaman jika berada di tempat ini karena bisa menyaksikan berbagai macam flora dan fauna yang hidup bebas. Sepertinya belum lengkap jika anda tidak berkemah atau memancing di tempat ini.

 

Air Terjun Coban Pelangi

Coban Pelangi merupakan salah satu tempat wisata yang menarik berupa alam air terjun dan pemandangan alam yang terletak di kota Malang, tepatnya pada 23 KM dari pusat kota Malang ke arah timur. Tempat wisata ini juga menuju ke jalur Gunung Bromo yang terletak di atas ketinggian 1200-1400 meter dpl.

Wisatawan yang menuju ke gunung bromo biasanya menggunakan jalur ini dengan berjalan kaki atau naik motor. Sedangkan untuk wisatawan yang menggunakan mobil hanya bisa menikmati sejenak  pemandangan air terjun Coban Pelangi.

Anda bisa mampir ke tempat ini sebelum atau sesudah berkunjung ke gunung bromo. Yang menjadikan tempat ini terkenal adalah air terjunnya yang bisa memantulkan warna pelangi dalam bentuk butiran yang terbawa jauh oleh sinar matahari.

Anda bisa menikmati warna pelangi pada pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang dan sepertinya belum lengkap bila anda tidak mengabadikan momen-momen yang indah di tempat wisata ini.

 

 

Bukit Teletubbies

kumpulan bukit-bukit kecil yang bentuknya mirip bukit-bukit tempat bermain teletubbies, tokoh-tokoh animasi dalam serial televisi anak. Bukit ini terletak di daerah Kandang Sari, Tengger. Konon diatas bukit-bukit ini tak satu pun pepohonan sanggup hidup.

Penduduk sekitar sudah mencoba menanam aneka pepohonan tapi tidak ada yang sanggup bertahan hidup saat kemarau. Banyak pengunjung yang gemar “nongkrong-nongkrong” di bukit ini karena pemandangannya sangat indah.

 

Data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1982 ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar. Ditetapkan bahwa :

  • Letak  Kab. Pasuruan, Kab.Lumajang, Kab. Probolinggo, dan Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur
  • Temperatur udara 3° – 20° C
  • Curah hujan Rata-rata 6.600 mm per tahun
  • Ketinggian tempat 750 – 3.676 m dpl
  • Letak geografis 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT

 

Buah Tangan

Anda dapat membeli oleh-oleh atau cinderamata di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit. Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya. Selain itu, di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.

 

Penginapan Di Gunung Bromo

Di sekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru anda bisa menemukan berbagai macam pilihan hotel dan penginapan mulai dari kelas losmen hingga hotel bintang 4 yang rata-rata tidak memasang harga yang terlalu mahal.

Sebaiknya anda menginap di daerah desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari karena cukup sulit untuk menemukan penjual makanan. Sedangkan di tempat ini anda bisa menemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam

Agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.

Banyak sekali penginapan murah di Bromo, hotel atau homestay atau hotel murahdi sekitar Gunung Bromo, Tengger maupun Semeru. Berikut sebagian daftar penginapan murah di Bromo ( kisaran harga di bawah 300 ribu per malam )

1. Cafe Lava, Cemoro Lawang

Cafe Lava terletak atau berada  sangat dekat dengan pintu masuk taman nasional. Tarif yang ditawarkan pun relatif murah (sekitar Rp. 160.000 / kamar), penginapan ini cocok untuk anda yang ingin sedikit berhemat.

Untuk informasi harga permalam Cafe Lava terkini anda bisa menghubungi

Cafe Lava

Cemoro Lawang

Telp. +62335 – 541 020, Fax. +62341 – 541 020

2. Yoschi’s Guest House.

Banyak temen temen sesama backpackers merekomendasikan penginapan ini. Yoschi’s Guest House  berlokasi sekitar 3 Km dari Cemoro Lawang dengan harga cukup murah sekitar Rp. 100.000 / malam.

Yossi Guest House

Sukapura – Cemorolawang – Probolinggo

Telp. +62335 – 541 018,

3. Hotel Bromo View

Harga permalam di Hotel bromo View adalah sekitar 85ribu permalamnya,  Hotel Bromo View adalah Hotel Bintang 1 dan merupakan salah satu hotel terbaik di kota Probolinggo, berlokasi di dekat dengan terminal bus antar kota menjadikan Hotel ini mempunyai akses mudah, Untuk menuju ke Bromo dari Hootel Bromo View ditempuh sekitar 1 jam

Hotel Bromo View

Jl. Raya Bromo km 05 Probolinggo

Phone. 0335- 434000 / 436000

Fax. 0335- 427222

4. Hotel Bromo Permai

Hotel Bromo Permai memiliki pemadangan langsung ke arah Gunung Bromo, hotel ini berlokasi  di Cemoro Lawang – Sukapura, Kawasan Bromo dekat pos masuk Bromo. Dengan harga permalam 270ribu rasanya cukup murah untuk Hotel Bintang 2.

Bromo Permai (Bintang 2)

Cemoro Lawang

Telp. +62335 – 541 021, Fax. +62341 – 541 021

5. Bromo Surya Indah Homestay

Dengan harga permalam 120ribu dan menempati lokasi yang strategis dan pemandangan Bromo rasanya Bromo Surya Indah Homestay yang berlokasi di Wonokitri cocok untuk anda berhemat.

Sebuah penginapan sederhana dengan lokasi yang cukup strategis untuk melihat pemandangan Bromo. harga sekitar Rp. 120.000 / malam.

Bromo Surya Indah Homestay

Desa Wonokitri, Phone: +62 343 571049

Nach untuk mengetahui daftar harga terbaru penginapan di Bromo silahkan hubungi nomer telp yang sudah tersedia. Selamat menikmati liburan di Gunung Bromo.

 

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.

Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain eidelweis (Anaphalis javanica), cemara gunung (Casuarina sp.), jamuju (Dacrycarpus imbricatus), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).

Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini.

Satwa-satwa yang langka dan dilindungi yang bisa ditemukan di taman nasional ini antara lain kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ), luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), dan berbagai jenis burung seperti rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), alap-alap burung (Accipiter virgatus ), elang bondol (Haliastur indus), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang ular bido (Spilornis cheela bido), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

 

Tips tambahan

Musim kunjungan terbaik adalah sekitar bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.

Perlu disiapkan kesehatan prima dan perbekalan penahan dari udara dingin seperti: baju hangat, penutup kepala, kaus tangan penahan udara dingin, serta bekal makanan-minuman secukupnya

Perlu diingat bahwa di puncak Penanjakan tidak ada penginapan maka dari penginapan terdekat harus berangkat pagi-pagi sekitar pukul 03.00-04.00 pagi dini hari.

Mengingat sulitnya mencari makanan pada malam hari, akan lebih baik apabila Anda membeli persediaan makanan dan minuman sebagai bekal Anda.

 

Cara Mencapai Daerah Ini

Anda dapat mencapai daerah ini dengan menggunakan mobil pribadi pun menyewa kendaraan. Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:

Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 kmAtau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km

 

Rute

Bagi anda yang akan berwisata ke Gunung Bromo berikut rute menuju tempat wisata Gunung Bromo. Ada beberapa alternatif rute yang bisa anda gunakan untuk menuju wisata Gunung Bromo, antara lain :

Dari Probolinggo

Jarak dari kota Probolinggo ke Bromo sekitar 45 Km. Rute yang ditempuh dari Probolinggo ialah menuju Ketapang, lalu diteruskan menuju Sukapura, Di daerah ini  banyak terdapat penginapan, untuk melepas lelah dan supaya bisa menikmati udara Sukapura sebaiknya anda menginap di sini bila akan bermalam di Bromo.

Nah paginya dari Sukapura dilanjutkan ke Ngadisari dan kemudian  ke Cemoro Lawang tepat di bibir Kaldera. Perjalanan tersebut kurang lebih 1,5 Jam.

Apabila anda menggunakan layanan pesawat terbang, Dari Bandara Udara Juanda Surabaya anda bisa naik Bus Damri yang tersedia di Bandara untuk kemudian menuju Terminal Bungurasih /  Purbaya  di kota Surabaya. Nah dari terminal tersebut silahkan naik Bus lagi yang menuju Probolinggo (perjalanan biasa ditempung kurang lebih 3 jam).

Dari Pasuruan

Untuk menuju  kaldera Bromo dari Pasuruan, anda harus menuju Tosari yaitu lewat Pastepan dengan jarak tempuh  sekitar 45 Km. Perjalanan ini anda bisa menggunakan transportasi Bus maupun Angkot .

Dari Tosari kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Wonokitri kemudian dari Wonokitri anda bisa jalan kaki menuju Bromo (jarak tempuh sekitar 14 km dengan ditemani pemandangan yang sangat indah) perjalanan dari wonokitri ini juga bisa dilakukan dengan Naik Jeep (Sewa) yang banyak tersedia di Wonokitri menuju kaldera Bromo.

Penginapan juga banyak kok di daerah Tosari maupun Wonokitri.

 

Kantor : Jl. Raden Intan No. 6 Kotak Pos 54, Malang Telp. (0341) 491828; Fax. (0341) 490885

Jl. Panda No. 8, Malang Telp. (0341) 551040

E-mail:

tn-bromo@malang.wasantara.net.id

« (Previous Post)
(Next Post) »


3 Comments to Gunung Bromo

  1. anwar says:

    sewa mobil + sopir di malangraya dan batu call anwar 03417719717

  2. anwar says:

    sewa mobil malang 03417719717

  3. fakhri f says:

    sangat sangat membantu informasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2014: Tujuan Pariwisata | Travel Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress