Candi Borobudur

Umum

Candi Borobudur adalah sebuah nama candi Budha di Indonesia yang merupakan candi Budha terbesar pada abad ke 9 yang berada di Jawa Tengah, tepatnya di kota Magelang.

Kata Borobudur bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya memiliki arti “biara di perbukitan”. Saat ini Candi Borobudur ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.

Candi Borobudur yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini memiliki 1 stupa induk, 72 stupa terawang, 504 patung dan 1460 relief Budha yang menggambarkan agama, kisah, ataupun sejarah dari masa lalu.

Selain itu candi Borobudur juga memiliki enam teras dengan bentuk bujur sangkar dan masih ada tiga pelataran yang melingkar di sebelah atasnya.

Selain memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, Candi Borobudur juga memiliki arsitektur yang sangat menarik dan mampu memikat jutaan wisatawan asing setiap tahunnya dengan pesona tempat yang sangat tepat untuk melihat keindahan matahari terbit dan matahari terbenam.

Objek wisata ini terdiri atas enam teras yang berbentuk bujur sangkar yang disebelah atasnya ada tiga pelataran melingkar.

Candi Borobudur yang sudah selesai dibangun jauh sebelum candi Angkor Wat di kamboja ini merupakan salah satu obyek wisata di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

Candi Borobudur adalah tempat ziarah sekaligus tempat yang suci untuk memuliakan Buddha. Diharapkan setelah melakukan ziarah ke tempat ini, peziarah bisa mengalihkan nafsu duniawi untuk menuju pencerahan dan mengamalkan kebaikan dan kebijaksanaan yang sesuai dengan ajaran Budha.

Candi Borobudur hingga saat ini banyak dikunjungi oleh umat Budha yang melakukan ziarah keagamaan. Di setiap tahun pada hari Waisak, umat Budha dari seluruh dunia dan Indonesia berkumpul untuk memperingati Trisuci Waisak di candi Borobudur.

Selain menikmati pemandangan candi dan mempelajari ajaran filosofi sang Budha melalui relief, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar candi Borobudur untuk melihat aktivitas warga Wanurejo atau Karanganyar yang membuat kerajinan.

Selain itu anda juga bisa melihat panorama Borobudur dari atas dengan mengunjungi puncak watu Kendil.

 

Letak

Candi Borobudur terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah atau sekitar 86 km dari sebelah barat kota Solo, 40 km dari barat laut kota Yogyakarta, dan 100 km dari barat daya kota Semarang.

Candi Borobudur berada di atas bukit yang dikelilingi oleh bukit dan 2 pasang gunung kembar, yaitu bukit Tidar di sebelah utaranya serta Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan gunung Merbabu-Merapi di sebelah timur laut.

 

Sejarah nama

Nama Candi Borobudur berasal dari kombinasi kata sansekerta dan bahasa Bali, yaitu kata Boro yang berasal dari kata Sansekerta yang berarti Wihara (Vihara), Komplek Candi, dan Asrama. 

Sedangkan kata Budur berasal dari bahasa Bali  yang artinya di Atas (Bedudur). Jadi penggabungan kata Boro dan Bedudur yang merupakan asal kata Borobudur bisa diartikan sebagai Komplek Candi yang terletak di atas bukit. Namun ada sebagian orang yang mengatakan bahwa arti nama Borobudur adalah sebuah gunung yang berteras-teras (budhara),

 

Sejarah candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun pada abad ke 8 Masehi oleh Raja Samaratungga, keturunan Wangsa Syailendra yang merupakan salah satu raja kerajaan Mataram Kuno.

Menurut informasi yang diperoleh berdasarkan penemuan prasasti Kayumwungan, ternyata terungkap bahwa proses pembangunan dari tempat ibadah candi Borobudur baru selesai pada tanggal 26 Mei 824 atau pada masa pemerintahan putri dari Raja Samaratungga, yaitu Ratu Pramudawardhani.

Menurut kisah turun temurun seorang arsitek yang berjasa membangun candi yang menghabiskan waktu sekitar 100 tahun ini adalah seseorang yang bernama Gunadharma.

 

Arsitektur

Diperkirakan candi Borobudur dibangun dengan menghabiskan 2 juta balok batu vulkanik dan membutuhkan waktu minimal 50 tahun untuk proses pembangunannya. Batu bahan candi Borobudur diambil dari lingkungan sekitar candi Borobudur.

Batu-batu  ini hanya disambung dan ditumpuk berdasarkan pola. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Total keseluruhan dari bahan batu yang digunakan untuk membangun candi Borobudur diperkirakan menghabiskan sekitar 55.000 meter kubik batu.

Bangunan Borobudur mempunyai bentuk punden berundak yang terdiri dari 10 tingkat. Sebelum direnovasi punden berundak ini memiliki tinggi sekitar 42 meter, namun setelah dilakukan renovasi dengan membuat penahan pada tingkat bawah, punden berundak ini berubah menjadi 34,5 meter.

Enam tingkat dari punden berundak yang terletak di bawah memiliki bentuk bujur sangkar, sedangkan tiga tingkat punden berundak yang berada di atasnya memiliki bentuk lingkaran. Untuk satu tingkat yang tertinggi berupa stupa budha yang menghadap ke arah barat.

Masing-masing dari tingkatan punden berundak ini melambangkan tahapan kehidupan manusia yang sesuai dengan mahzab Budha Mahayana dimana setiap orang harus melalui setiap tingkatan sebelum akhirnya mencapai tingkatan kesempurnaan menjadi Budha di nirwana.

Kamadhatu yang merupakan bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat dengan hawa nafsu dan duniawi. Patung Budha diletakkan di tingkat ini dengan terbuka.

Sedangkan tingkat kedua Rupadhatu yang berada empat tingkat di atas Kamadathu melambangkan manusia yang mampu melepaskan diri dari hawa nafsu dan duniawi akan tetapi masih terikat rupa dan bentuk. Di tingkat ini patung Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang.

Sedangkan Arudaphatu atau dunia tanpa bentuk yang merupakan tingkatan terakhir, melambangkan manusia yang tidak lagi mengejar keinginan-keinginan duniawi dan terdapat lambang tempat Budha bersemayam, yaitu nirwana.

Yang unik dari bangunan candi Borobudur adalah bangunan ini tidak menggunakan semen, lem perekat ataupun perekat yang lain. Proses pembangunan candi dilakukan dengan menggunakan teknik “kunci L” yang membuat batu menjadi melekat selama berabad-abad lamanya. 

Anda bisa memperhatikannya dengan melihat setiap pijakan di candi Borobudur. Bebatuan yang tersusun di lantai tidak tersusun kotak-kotak sebagaimana keramik, namun tersusun dengan membentuk huruf “L”. Teknik arsitektur ini merupakan penemuan yang luar biasa di masa lalu.

Gunadharma bisa dibilang sebagai arsitek dan ahli fisika yang sangat handal di masa lalu karena memiliki perhitungan bahan bangunan yang tepat dan akurat. Misalnya seperti pembuatan tanah urug yang disesuaikan dengan bentuk candi Borobudur. 

Setiap relief yang terdapat di candi Borobudur memiliki keindahan bentuk dan anda bisa membaca relief tersebut dengan urut jika anda berjalan mulai dari arah kiri pintu masuk candi (searah putaran jarum jam). 

Relief yang terdapat di candi Borobudur mengisahkan banyak cerita, misalnya kisah legenda Ramayana atau kondisi kehidupan sosial dari masyarakat pada masa itu.

Misalnya ada relief yang menceritakan kemajuan sistem pertanian pada saat itu dengan menggambarkan aktivitas petani. Atau relief yang menceritakan kemajuan dunia pelayaran pada waktu itu yang memiliki pusat pelabuhan di kota Semarang (Bergotta).

Anda bisa mengetahui ajaran sang Budha apabila mengelilingi keseluruhan relief di lorong-lorong yang sempit di candi Borobudur. Maka dari itu Candi Borobudur merupakan suatu tempat yang sangat cocok bagi seseorang yang ingin mempelajari filosofi ajaran sang Budha.

Dikisahkan bahwa pada abad ke 10 Atisha, seorang budhis asal India pernah mengunjungi candi Borobudur yang dibangun pada sekitar 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum dibangunnya Katedral Agung di Stockholm.

Pada akhirnya Atisha mampu mempelajari dan mengembangkan ajaran sang Budha setelah sebelumnya diberi bekal naskah ajaran sang Budha dari salah satu raja Kerajaan Sriwijaya yaitu Serlingpa.

Kemudian Atisha  menjadi kepala biara Vikramasila lalu mengajari orang Tibet mengenai cara mempraktekkan Dharma. “The Lamp for the Path to Enlightenment” (Bodhipathapradipa) merupakan inti ajaran hasil ringkasan dari Enam naskah dari Serlingpa.

 

Penemuan dan pembersihan candi 

Sebelum ditemukan pada sekitar abad ke 10, candi Borobudur benar-benar dalam keadaan yang tidak terawat dimana bangunan candi Borobudur tertutupi oleh tanaman liar yang tumbuh dengan rimbun.

Kemudian ketika Indonesia sedang dijajah Inggris pada tahun 1811 – 1816, Sir Thomas Stamford Rafles yang merupakan Letnan Gubernur Jendral Inggris melakukan upaya pembersihan terhadap candi Borobudur, tepatnya pada tahun 1814.

Kemudian presiden kedua yang bernama Hartman merasa tertarik dengan candi Borobudur sehingga beliau melakukan pembersihan total pada tahun 1835 seperti membersihkan puing –puing atau tanah yang menutupi candi.

Salah satu misteri yang belum terpecahkan mengenai candi Borobudur adalah alasan kenapa candi Borobudur ditemukan dalam kondisi terkubur dan bagaimana kondisi awal candi Borobudur ketika baru dibangun.

Sebagian pengamat memiliki teori bahwa pada awalnya candi Borobudur berada di sekeliling rawa-rawa lalu terpendam akibat gunung Merapi yang meletus. Para pengamat memiliki teori ini setelah melihat prasasti  kalkutta yang tertulis “Amawa” yang artinya adalah lautan susu.

Kemudian para pengamat menyamakan lahar Merapi dengan lautan susu pada pada prasasti. Namun sebagian pengamat lain memiliki teori bahwa candi Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Karena memiliki bentuk bangunan yang indah, unik, bersejarah, dan memiliki banyak misteri yang belum terungkap maka candi Borobudur menjadi salah satu tempat wisata di dunia yang memiliki daya tarik yang sangat tinggi, khususnya bagi wisatawan asing.

 

Usaha penyelamatan candi Borobudur

Pemugaran bangunan candi Borobudur dilakukan sejak tahun 1907-1911 oleh Th Van erf yang dilakukan secara perlahan dan bertahap.  Pemugaran ini dilakukan untuk menghindari kerusakan bangunan yang lebih besar.

Sebelum dilakukan pemugaran, kondisi bangunan candi Borobudur banyak yang dalam kondisi mengkhawatirkan, misalnya dinding-dinding di Utara dan Timur Laut yang terlihat sangat miring. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi pengunjung atau wisatawan.

Selain itu Van Erp juga melakukan pemugaran terhadap gapura-gapura di sekitar candi Borobudur. Van Erp berpendapat bahwa cuaca yang buruk dan kondisi dari candi Borobudur yang telah tersembunyi setelah sekian lama adalah penyebab dari rusaknya candi Borobudur.

 

Pemugaran kedua candi Borobudur

Pada tanggal 10 Agustus 1973 candi Borobudur mengalami pemugaran lagi, tepatnya pada bagian candi sebelah Barat Laut yangm menghadap ke arah timur.

Upaya pemugaran ini membutuhkan sekitar 600 orang yang terdiri dari tenaga-tenaga muda lulusan STM pembangunan dan SMa yang sebelumnya diberikan pendidikan khusus mengenai teori dan praktek dalam bidang Teknologi Arkeologi ( TA ) dan Chemika Arkeologi ( CA ).

Proses pemugaran candi Borobudur ini dibagi menjadi 2, yaitu membongkar dan memasang batu – batu (Teknologi Arkeologi) dan membersihkan serta memperbaiki batu – batu yang sudah retak dan pecah (Chemika Arkeologi).

Untuk pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan ditangani sepenuhnya oleh kontraktor yaitu The Contruction And Development Corporation Of The Filipine  dan PT Nidya Karya.

Sedangkan pekerjaan yang bersifat arkeologi ditangani sepenuhnya oleh badan pemugaran Candi Borobudur.

Bagian-bagian dari candi Borobudur yang telah mengalami pemugaran adalah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar.

Kemudian DR Soekmono melakukan pemugaran pada kaki Candi Borobudur dan teras I, II, III serta stupa induk juga ikut dipugar. Proses pemugaran ini selesai pada tanggal 23 Februari 1983 yang ditandai dengan sebuah batu prasasti dengan berat sekitar 20 ton.

Selesainya proses pemugaran ini ditandai dengan prasasti yang diletakkan di  halaman barat dengan batu yang berukuran sangat besar yang dibuat secara terpisah menjadi dua bagian. Satu bagian menghadap ke arah utara, sedangkan untuk yang satu lagi menghadap ke arah timur.

Proses penulisan prasasti tersebut di tangani langsung oleh tenaga ahli dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.

 

Transportasi

Candi Borobudur hanya berjarak kurang lebih satu jam dari Yogyakarta. Cara yang paling mudah untuk menuju ke sana adalah dengan menyewa motor atau mobil di penginapan atau hotel anda. Selain itu anda juga bisa bergabung dengan tur.

Anda akan menikmati udara yang sejuk dan segar dengan pemandangan pohon-pohon yang rindang selama perjalanan ke candi Borobudur. Selain itu dari kejauhan anda akan bisa melihat candi Borobudur dengan pemandangan latar belakang pegunungan Manoreh yang mengelilinginya.

Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk menemukan akses jalan masuk ke candi Borobudur. Sebagian besar pengunjung lebih memilih untuk menglilingi candi Borobudur dengan berjalan kaki.

Anda juga bisa mengambil tur sehari dari Wonosobo ke Borobudur dengan menggunakan kendaraan wisata yang berasal dari Yogyakarta atau Semarang.

 

Akomodasi

Candi Borobudur memiliki jarak yang dekat dengan kota Yogyakarta sehingga banyak dari wisatawan lokal atau mancanegara yang lebih memilih untuk tinggal di hotel yang berbintang atau hotel kelas melati.

Bila anda ingin tinggal di tempat yang tidak jauh dari candi Borobudur maka anda bisa memilih untuk tinggal di hotel Amanjiwo. Hotel Amanjiwo merupakan sebuah hotel yang memiliki bangunan yang megah dan memiliki kamar eksklusif. Hotel yang memiliki kolam renang pribadi ini hanya memiliki jarak sekitar 3 km ke selatan Amanjiwo.

Untuk pilihan hotel yang lain anda bisa memilih hotel-hotel di kota Magelang yang bertengger di dekat dataran tinggi yang indah. Hotel-hotel ini terletak sekitar 20 km sebelah utara candi Borobudur.

Salah satu hotel yang ada di kawasan ini adalah Losari Coffee Plantation, yaitu hotel yang menawarkan akomodasi ala villa. Hotel ini memiliki beranda yang menghadap langsung ke pemandangan gunung berapi yang indah.

 

Kuliner

Untuk masalah kuliner Jawa, kota Yogyakarta memiliki banyak resep masakan khas Jawa tradisional yang pastinya akan membuat anda merasa ketagihan. Belum lagi ditambah dengan pemandangan alam yang masih alami, tentunya anda akan merasa sangat puas dan nyaman. 

Salah satu masakan khas Yogyakarta adalah Gudeg.  Gudeg terdiri dari nangka muda yang diracik dengan bumbu tradisional dan bisa disajikan dengan ayam, pindang, telur  dan kerecek kerupuk kulit sapi. Anda Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk menemukan menu makanan ini di kota Yogyakarta.

Salah satu restoran di kota Yogyakarta dan Magelang yang sangat besar dan cukup terkenal adalah Sekar Kedaton. Di restoran ini anda akan bisa menikmati suasana khas Jawa termasuk iringan musik gamelan beserta wayang kulit dengan dekorasi etnik Jawa.

Anda bisa memilih berbagai menu makanan di restoran ini, seperti menu buffet, stall, dan barbeque. Anda juga masih bisa mencicipi menu yang lain seperti ayam panggang miroso, timlo soup, dan soto ayam bandengan yang nikmat.

Restoran ini memiliki pelayanan yang sangat baik dengan senyuman dan keramahannya yang pastinya akan membuat anda semakin merasa nyaman untuk makan dan bersantai di tempat ini. Selain itu restoran ini juga memiliki pelayan yang mempunyai kemampuan berbicara dalam beberapa bahasa asing sehingga tidak akan mengalami kesulitan dalam melayani pembeli yang berasal dari luar negeri (turis asing).

Sekar Kedaton

www.sekar-kedhaton.com

Jalan Tegal Gendu No. 28, Kotagede, Yogyakarta 55173

Telp: (074) 386 868

Jalan Raya Borobudur Km 2,5 Mungkid, Magelang 56551, Jawa Tengah

Telp: (0293) 5580 508

 

Souvenir

Sepertinya belum lengkap apabila anda berkunjung ke candi Borobudur tetapi tidak membeli cendera mata.

Anda bisa menemukan pedagang yang menjajakan dagangannya di daerah yang tidak terlalu jauh dari candi Borobudur.

Souvenir yang dijajakan kebanyakan adalah hasil kerajinan tangan daerah setempat seperti replika Candi Borobudur ataupun Prambanan, hiasan patung, tas batik, kaos oblong, ikat rambut, pernak-pernik berupa gelang, kalung, dan sebagainya.

Souvenir yang memiliki banyak pilihan tersebut dijual dengan harga sangat bervariasi, namun harga yang ditawarkan oleh pedagang bukanlah harga yang mati atau pas.

Contohnya  adalah sebuah hiasan replika Candi Borobudur yang ditawarkan dengan harga Rp 30 rb, namun bila anda memiliki kemampuan tawar menawar yang baik maka anda bisa membeli barang tersebut dengan harga yang lebih murah.

 

Tourist guide

Bila sebelumnya anda tidak pernah mengunjungi tempat ini maka anda bisa menggunakan jasa tourist guide (pemandu wisata) yang sudah berpengalaman. Anda tidak perlu membayar dengan harga yang mahal karena tourist guide biasanya hanya mematok harga Rp 50.000,-.

Selama menggunakan jasa tourist guide anda akan mendapatkan informasi dan sejarah mengenai relief candi borobudur beserta sejarahnya.

 

Hiburan

Jika anda membawa anak-anak anda ke candi Borobudur maka anda bisa mengajak mereka untuk mengelilingi kompleks Taman Wisata Candi Borobudur dengan menggunakan kereta kelinci atau kereta mini.

Kendaraan ini merupakan hiburan yang paling disukai oleh anak-anak di tempat wisata ini. Besarnya tarif untuk satu kali putaran untuk setiap orang adalah Rp 5.000,-. Cukup murah bukan ??

Anda juga bisa menyewa andong di pasar Borobudur atau terminal. Anda dan rombongan keluarga bisa menyewa andong untuk mengelilingi kompleks candi Borobudur.

Biaya tarif andong untuk mengelilingi candi untuk satu kali putaran adalah Rp 30 ribu dengan kapasitas penumpang maksimal 4 orang, sedangkan biaya tarif untuk mengelilingi desa adalah Rp 75 ribu. Rute desa yang dilewati andong adalah Dusun Klipoh – Desa Tanjungsari – Dusun Jowahan – Desa Wanurejo.

Selain itu anda juga bisa menyewa sepeda di berbagai tempat di sekitar candi Borobudur, seperti hotel atau kawasan taman candi Borobudur.

Anda bisa menikmati indahnya pemandangan dengan menyusuri jalanan di kawasan candi Borobudur yang masih asri dan memiliki udara yang masih alami.

Biaya tarif untuk sepeda onthel adalah Rp 20 ribu untuk setiap 10 jam. Sedangkan biaya tarif untuk sepeda biasa adalah Rp 25 ribu untuk setiap 10 jam.

Selain itu masih ada pilihan paket lain yaitu Rp 10 ribu untuk untuk menggunakan sepeda di areal candi, sedangkan untuk sepeda tandem di areal candi dikenakan tarif Rp 15 ribu.

 

Tips tambahan

• Festival Waisak diselenggarakan tiap tahun satu kali tepatnya pada saat bulan purnama di bulan Mei. Dalam  festival ini akan banyak pengunjung dan peziarah yang datang ke candi Borobudur untuk merayakan kelahiran, kematian, dan pencerahan Budha.

• Selama berada di kawasan candi Borobudur sebaiknya kenakan pakaian yang sopan, ringan dan nyaman.

• Sebaiknya anda menggunakan jasa pemandu wisata yang resmi agar mendapatkan informasi yang lebih baik.

• jika anda berkunjung ke candi Borobudur di musim panas, anda bisa menggunakan topi atau bisa juga dengan menyewa payung dengan tarif sekitar Rp 2 ribu.

• Apabila anda masih belum hafal dengan lokasi tempat wisata dan lokasi sekitar maka sebaiknya pilih untuk menggunakan jasa tukang ojek.

• Anda bisa menyewa motor selama di kawasan candi Borobudur untuk mempermudah dan memperluas ruang gerak. Anda bisa berkeliling ke tempat-tempat yang jauh seperti Puncak Suroloyo dan Bukit Punthuk Setumbu. Biaya tarif sewa sepeda motor adalah Rp 50 ribu – Rp 70 ribu untuk 12 jam. Untuk informasi yang lebih lanjut anda bisa menghubungi (Telp) +62 819 1552 4153.

« (Previous Post)
(Next Post) »


3 Comments to Candi Borobudur

  1. Pris says:

    Wow, tulisan yang sungguh lengkap! Terima kasih, tulisan ini sangat membantu saya mengetahui Candi Borobudur lebih dalam lagi, membuat makin cinta budaya leluhur sendiri.
    Salam hangat! :-)

  2. ipung says:

    gg bsa di copy

  3. I have fun along with, contribute to I stumbled upon precisely what I was searching for. You’ve concluded my several day extended hunt! The lord Bless you male. Have a very excellent time. Cya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2014: Tujuan Pariwisata | Travel Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress